Kamis, 15 April 2010

tentangmu,..(milik siapa,..??)

ada tatap terkesima,..
saat bayang ayu itu menjelma nyata,..
ada harap terangkai maya,..
ketika lembut suaranya menyapa,..

tentangmu yang tak kutahu,..
yang tak sempat hadir dalam mimpiku,..
menjejak langsung dalam hariku,..
menjajak hatiku hingga terdiam membeku,..

tentangmu yang berjarak,..
mengalirkan hangat pada sepi kesunyian,...
menuai asa pada jejak-jejak malam,..
meski hanya mimpi semalam,..

tentangmu,..
yang membuat mata terpana,..
yang menjadikan harap kembali ada,..
yang ternyata,..
aku(berharap)lagi jatuh cinta,..

maka aku,..
yang berjarak padaimu,..
dan mencoba mengerti
sedikit saja tentangmu,..
sebagai seorang teman,.
yang pernah menjadi yang tercinta,...

(untukmu malaikatku,..siapapun,...)

(tanpa judul)

menjajaki gundah,...
melepas penat lelah,..
terhempas sejuta asa beriring doa,..
terlepas semua sesal dan kecewa,..

menatapi kelabu langit,..
sendiri,..
mengundang mendung untuk hadir,..
menyanyikan lelaguan gerimis,...

ada jejak panjang disana,..
diantara jajaran jalanan kosong,...
ada asa terpampang disana,..
dalam gema panjang serak suara,...

diantara sepi,..
saat--aku--menjebak diri--ku dalam lukisan gerimis milik--ku sendiri,...
aku tahu,..
selalu ada asa,...
senantiasa ada harap,..

Rabu, 17 Februari 2010

namaku(masih)Lelaki Gerimis


aku bertemu dengannya,..
saat pagi mendung menyapa,..
sesaat setelah aku terjaga,...
ada gemuruh perlahan dari mendung yang tak hitam,..
ada rintik menjejak seketika,...
pelan,..
satu-satu,..
kutunggu lebih lama dan kuharap badai yang datang,..
tapi pagi itu,..
hanya gerimis,...

aku berjumpa dengannya(lagi),...
saat rintik belum henti di jingga senja,...
ketika aku melirik genit rona pelangi,..
ada merah senja matahari mendung dengan rimtiknya,...
ada ramai derai tawa riang,..
kanak-kanak yang berlarian,..
tertawa,..
kupandangi lebih dalam dan kuharap aku ada disana,..
tapi senja itu,..
hanya aku yang tak bersenda dengan gerimis,..

aku bersua dengannya(kembali),..
sesaat setelah lewat maghrib,..
aku beranikan menyentuh dinginnya rintik,..
hingga sekujur tubuhku rebah diantara basah,..
lalu gerimis reda seketika,...
mengizinkan angin menyibak mendung,..
menghadirkan gemintang,..
satu,..
tiga,..
lima,..
puluhan,..
lalu disusul senyum pucat indah milik rembulan,...

sedang aku,...
aku termangu dibawahnya,..
menyibakkan imajinasiku sendiri,..
tentang cerita hari itu,..
tentang gerimis,..
tentang pelangi,...
lalu alam menggumamkan sesuatu,..
memanggilku,..

namaku Lelaki Gerimis,.

Rabu, 27 Januari 2010

hadiah(tak)teristimewa,..

di penghujung sebuah malam,...
aku terjaga menanti gerimis mereda,..
dihadapan lembar terdiam,..
aku kembali tergoda,..
lagi,ku merenda kata,...

terlintas sejejak ucap yang sempat tertulis,..
untaian kata"ingin"milik seorang kawan,..(pintamu padaku,..)
sebuah pemberian sederhana,..
hadiah (tak) teristimewa,...
sebagai pengiring jalannya titian usia,...(hppy bday)

tercipta seuntai kalimat harap,..
agar senantiasa bersua karya miliknya,..
meski tak sempat saling berucap,..
selalu kunanti petuah katanya,..

terdapat sebait doa,..
tentang harapan kehidupan,..
tentang segala yang terbaik untuknya,...
walau tak sempatkan bertatap muka,..
tetap dia harus ada,..(eksis yaa,...)

di penghujung sebuah malam,...
ketika gerimis perlahan mereda,..
berpilinlah doa dan asa yang kucipta,..
untuk seorang kamu disana,.
sebuah pemberian sederhana,..
yang (tak) teristimewa,...
yang berdasar dari hati nurani,..
milikku,..
milik seorang kawan,...

Senin, 25 Januari 2010

meniti gerimis

kelam semburat pagi,..
berhias temaram langit mendung,..
dingin seolah rajin menyapa lagi,..
sedang rintik tlah sulit terbendung,..

melewati hari yang sunyi,..
jalan-jalan basah,...
harum tanahpun merebak disela sepi polusi,..
gerimis meniti,...
memaksa raga menjalani hari,..
tak enggan,..
kerana aku milik gerimis,..
dan gerimis milikku,..
maka,..
mengayunlah kaki perlahan,..
menjalani hari yang tengah pedam,..
dibawah lengkung pelangi,..
diantara riang canda tawa,..

raga ini,..
meniti gerimis,..

kelam semburat pagi,..
berhias temaram langit mendung,..
namun raga tetap jalani hari,..
karena,..
pagi ini,..
aku milik gerimis,..

Minggu, 10 Januari 2010

catatan hitam


ada yang senantiasa menemaniku,..
dan asaku kadang menguap bersamanya,..
segumpal asa dan kepedihan,..
yang sebenarnya hanya setitik,..
dan gelas putih berhias cinta itu,..
menanti,..
menanti abu kesia-siaan yang aku ciptakan sendiri,..
berlatar dinding pecah bercat biru,..
mata memandang tembus dari satu sisi jendela,..
berharap,..
ada sisa mimpi diluar sana,..



tapi,..
tampaknya tak ada lagi...
tak ada apapun,..

karena(lagi-lagi),..
kepulan asap,..gelas putih berhias cinta,..
dinding pecah bercat biru,..dan daun jendela,..
hanya itu yang dapat kulihat,..